Bully

 

Bullying

Satu kata yang bermakna dalam. Bulying tentu tidak asing kita dengar, bahkan mungkin diantara kita ada yang pernah mengalaminya. Baik itu sebagai korban, pelaku, maupun saksi dari bulying itu sendiri. Bulying memang merugikan, dan tidak ada untungnya. Ada yang bilang bulying itu sebagai hukuman sosial paling sederhana, apakah itu benar?

Oke, sebelumnya mari kita bahas terlebih dahulu. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bullying itu? Mengapa bulying terus ada dari dulu hingga sekarang? Hal apa saja yang membuat bulying itu terjadi? Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?

Pertama menurut kalian bulying itu apa sih? Tanpa definisi teoretis, menurut para ahli, saya mengamati dan mengambil keputusan, bahwa bulying adalah bentuk interaksi negatif satu arah dari pelaku ke korban bulying. Namun bulying berbeda dengan bercanda. Menurut salah satu dosen yang pernah mengajar saya, “bulying akan menjadi bulying jika korban merasa dirinya di bully” Interaksi negatif yang dimaksud adalah bentuk kekerasan baik itu verbal, maupun nonverbal. Bentuk-bentuk bullying sangat beraneka ragam yang dapat kalian temui di internet. Mulai dari ejekan, kata-kasar kasar yang tidak pantas, di kucilkan, dijauhi, di tendang, pukul, dorong, dsb. Namun ada pula bullying tidak langsung seperti cyber bullying.

Lalu mengapa bullying bisa terjadi? Berdasarkan pengalaman saya saat saya bekerja di salah satu sekolah swasta, pelaku bullying mengungkapkan bahwa alasan ia membully adalah karena sifat yang tak menyenangkan dari korban itu sendiri. Bisa karena korban itu sombong, songong, bossy, tukang ngadu, suka berbohong, dan sebagainya yang menurut pelaku hal itu menyebalkan. Lalu ia mengajak teman-temannya untuk ikut memusuhi korban, sebagai bentuk rasa tidak suka atau benci. Mungkin hal itu merupakan alasan yang menyebutkan bahwa bullying adalah sanksi sosial yang paling lumrah dan alami terjadi.

Akan tetapi jika kita telusuri lebih dalam lagi, sebenarnya bisa juga bullying terjadi karena adanya perbedaan antara pelaku dan korban bullying. Misalnya saja seperti cacat, atau karena rasa iri yang dirasakan oleh pelaku terhadap korbannya. Memang terasa bahwa alasan kedua ini lebih tidak adil dibandingkan yang pertama.

Ada salah satu judul film anime yang terkenal mengenai bullying, yang menurut saya sangat bagus, yang berjudul “A Silent Voice” yang mengisahkan mengenai bullying yang terjadi oleh seorang anak perempuan karena ia bisu, yang kemudian ia keluar dari sekolah tempat ia dibully, dan karena tidak ada orang yang mau merasa bersalah melemparkan kesalahan pada pelaku bullying yang menjadi tokoh utama dalam film ini.

Jika kalian sudah mulai paham mengenai apa itu bullying, mari kita masuk ke pertanyaan selanjutnya, apa yang harus kita lakukan? Baik kita sebagai korban, saksi, maupun pelaku?

Jawabannya adalah “MEMAAFKAN”.

Terkejut?

Okkay, akan saya jelaskan mengapa jawabannya “MEMAAFKAN” ya, mudahnya dengan kalian memaafkan, kalian akan belajar menerima hal yang sudah terjadi baik yang sudah kalian lakukan maupun yang sudah kalian alami.

Kita bahas dari korban terlebih dahulu.

Bagi kalian korban bullying, yang dibullying karena kesalahan kalian, tentu setelah kalian dibully kalian merasa marah, itu wajar. Lalu apa yang kalian lakukan? Salah jika kalian hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Hal yang harus kalian lakukan pertama-tama adalah introspeksi diri. Sebenernya kenapa sih mereka kok membully kamu? Apa yang salah dalam diri kamu? Coba tanyakan hal itu pada diri kalian sendiri. Jika kalian kesusahan, coba tanya teman kalian yang lain.

Jika jawabannya sudah kalian dapatkan, maka cobalah untuk memaafkan diri kalian.

Katakan pada diri kalian sendiri :

“Aku paham apa kesalahan yang sudah aku lakukan, dan aku memaafkan diriku sendiri, aku berjanji akan memperbaiki kesalahan yang aku lakukan dengan melakukan hal-hal baik sebagai tanda pertobatan dariku.”

Intinya maafkan diri kalian lalu berubahlah menjadi orang yang lebih baik. Mungkin kalian tidak langsung mendapatkan banyak teman, namun lambat laun tentu kalian akan menemukan teman yang bisa menerima kalian. Jangan pernah menyerah untuk berusaha.

Lalu apabila kalian memiliki cacat baik fisik maupun apapun yang membuat kalian dibully, kalian lebih baik keluar dari lingkungan itu, karena lingkungan kamu saat ini tidak pantas untuk kamu. Kamu terlalu berharga untuk disia-siakan ditempat itu.

Lalu pesan untuk kalian pelaku, sekarang mungkin kalian bisa bersenang hati karena bisa membully mereka, namun bayangkan jika kamu diposisi mereka yang kamu bully saat ini, atau kalau tidak bisa, bayangkan saja jika adikmu yang terkena imbas dari perbuatanmu, atau nanti anakmu kelak? Berhenti membully, banyak hal yang lebih bermanfaat yang bisa kamu lakukan.

Teruntuk mantan pelaku bully, mungkin saat ini kalian merasakan penyesalan setelah mulai memahami ini semua. Mungkin kalian menyesal betapa kejamnya kalian lakukan hal itu kepada teman kalian yang tidak bersalah pada kalian. Mungkin rasa bersalah itu rasanya seperti habis membunuh seseorang. Ya, hal itu wajar. Namun jangan berlarut dalam perasaan itu. Sekarang coba kalian minta maaf pada orang yang pernah kalian bully, dan jika mereka masih menolakmu, itu wajar jangan dipaksakan. Jangan membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Cobalah kalian memaafkan diri kalian terlebih dahulu, terima bahwa memang kamu di masa lalu melakukan hal itu, dan bagaimanapun itu salah. Berjanjilah untuk menjadi orang yang berubah menjadi lebih baik.

Namun jika ada pertemuan alumni dari sekolahmu dulu, dan orang yang kamu bully datang, jangan pernah kalian jadikan itu sebagai bahan bercandaan atau lelucon lucu masa lalu. Kalau kalian lakukan itu kembali dan orang yang dulu kamu bully merasa tidak enak atau terpojokkan kembali artinya kamu adalah sampah masyarakat yang bebal dan tidak berubah.

Sekian hal yang saya bahas, cukup panjang ya... Oh iya tulisan ini saya buat karena sudah lama tidak menulis. Semoga ada pesan atau makna yang bisa kalian dapatkan. Jika kalian ada pengalam mengenai bullying boleh kalian tulis di kolom komentar ya, atau boleh diskusi mengenai topik ini di kolom komentar.

Maaf bila ada kesalahan kata yang tidak disengaja yang tidak berkenan...

Komentar